Cerita padi dulu dan sekarang

Kata ibu beras Kedungpring sekarang kurang enak. Beliau lahir waktu negeri ini baru merdeka. Dan sampai saat ini ibu masih menyuruh orang untuk bertanam padi Maro dengan orang desa (bagihasil).Jadi aku pastikan ibu tahu betul beras lokal sebelum era swasembada beras tahun 1980 an. Jenis padi lokal beda fisiknya …yaitu lebih tinggi dari padi pemerintah. Kelihatan kalau panen petani tidak perlu membungkuk bungkuk. Kalau padi yang umum sekarang setinggi anak kecil.
Yang beda juga rasanya lebih joss…baunya enak kalau dimasak. Orang desa menyebutnya dengan nama Pari Jero. Mungkin karena akarnya dalam. Padi itu kalah atau dikalahkan oleh padi bibit pemerintah…mati. Berdasarkan teori yang aku dapat…padi baru ini mengandung virus yang akan membunuh selain padi itu…jahatnya industri. Padi lokal yang tahan hidup adalah padi ketan. Padi ketan sama tingginya dengan Pari Jero. Orang desa menggunakan ketan untuk snack upacara seperti bikin jenang…wajik…ulen. Yang mirip lokal itu orang desa ambil bibit padi thailand…mirip dengan lokal. Jadi siapa bilang produk lokal itu kontet? Petani dulu menyiapkan bibit dengan memilih satupersatu dari bibit yang paling bagus tumbuhnya. Sebuah usaha yang sangat melelahkan.

Nama yang masih terkenal untuk padi lokal adalah Rojolele katanya masih ditanam di daerah Delanggu Klaten. Dan setahuku padi lokal harusnya ditanam juga oleh penduduk asli suku Baduy…karena mereka anti “Modernisasi” (mungkin ini juga berarti Modarisasi). Sebenarnya bukan anti anti begitu tapi lebih ke mempertahankan warisan kearifan lokal yang lebih menyehatkan diri dan alam.

Aku bertanya…apakah di petani menggunakan pestisida semprot? Ya pasti jawab beliau…

Petani tetaplah sehat sehat karena berimbang antara olah fisik dan asupan udara segar…mungkin tidak demikian akibatnya jika dikonsumsi orang kota. Kakekku hidup sampai umur 90 ~100 tahunan dan memorinya baik sampai wafatnya. Tipikal orang jaman dulu.

Teori bisnis yang mungkin adalah…

1Beras beracun ~ 2umur tertentu penyakitan kanker diabet stroke~ 3dokter dan 4industri obat laris manis

Yang nomer 1 dan 4 itu urusan duit besar semua….dan lari keluar negeri…setahuku perusahaan Yahudi….yang nomer 2 itu kita…bagian sakit dan keluar uang….gak usah bicara ketahanan fisik rata rata bangsa kita lah.

Motor Klasik Indonesia Honda Win 100 : penerus Honda S90 Jadul

Bermesin datar single 100 cc. Dikenal sebagai motor dual sport. Gunung bisa aspal okay. 

Lahir antara 1985 sampai 2005 an..20 tahun diproduksi adalah waktu yang lama untuk daur hidup sebuah desain motor.  Motor ini super irit bro…satu liter bisa 50 km loh karburator gitu…jangan dibandingin dengan injeksi komputer. Diisi 50 rebu pertalit seminggu tuh baru habis.Pengalaman pake motor ini yahh sangat reliabel. Puas gitu…untung yang di Indonesia ini adalah produk ori Jepang dan Indonesia…bukan yg chines copy gitu…katanya ngedrop banget performanya (yg di vietnam bilang ngono). 

Percayalah padaku…pake mesin datar itu bukan monopoly motor perempuan…nih kalo mau tau mbahnya Honda win…sepertinya bisa kita lihat di Italia bro… Namanya mbah motor Motoguzzi Falcone 500 cc Ohv…keren dan machos ya bro…beliau terlahir pasca perang dunia 2  1950…semoga tidak ada lagi perang besar di dunia ini ya brader

Honda Win itu…body enteng…untuk rider 75 kg ke bawah masih enak lah. Aku 70 kg bro…motor ini terkesan kecil kunaiki. Tapi enak buat mengendalikan karena kecil motor nya. https://youtu.be/8F5TKxda3Co

Untuk main power aku biasa pake gir belakang 41 standar nya…buat ke gunung segitu okay. Kalo buat top speed luar kota pakenya gir grand mata 36. Top speed 100 kpj mudah dicapai gitu.

Pengalaman untuk gir depan pake yang ori ya…karena kalo yg mutunya rendah gampang slek tuh.
Mungkin seri honda seperti ini sudah dikubur….karena sekarang untuk sport kecil sudah beralih ke Honda Sonic…mungkin.

Specifications Win 100

Curb weight 100 kg
Overall length x width x height 1,910 x 700 x 1,065 mm
Wheel base 1,235 mm
Seat height 760 mm
Min-ground clearance 130 mm
Fuel tank capacity 8.0l
Chassis Tubes
Front Tires 2.75 – 18 – 42P
Rear Tires 3.00 – 17 – 44P
Front Brake Drum
Rear Brake Drum
Clutch Manual, Wet Type, & Double Clutch
Battery 12V – 4Ah
Spark Plug NGK C7HSA
Ignition CDI-DC, Battery
Cam Chain Silent chain
Fuel Consuming 51.4 km/liter speed 50 km/hour (standard gasoline)
Engine oil capacity 1.0 litre when dismantling machine; 0.7 litre when changing lubricant
Front suspension Spring, Hydraulic Shock Absorber
Rear suspension Modified Wave RSX Spring, Hydraulic Shock Absorber
Engine type 4-Stroke, OHC, Air Cooled
Displacement 100 cm3
Bore stroke 50 x 49.5 mm
Compression ratio 9.0 : 1
Max. output / rpm 10.8 hp / 8,000 rpm
Gear box 1-N-2-3-4, 4 Speed
Starting system Kick starter

Setting ngacir simple:

Bandingkan yuk dengan Honda S90 ..

Dijual di Nkri tahun 1964 sampai 1969. Diteruskan Honda S90Z sampai tahun 1976 an. 

Yang S90 ini powernya 8 Hp bro….honda win 10Hp…top speed honda win bisa 110 plus loh….mantabbb.

Engine and transmission

Engine type: 1 cylinders, 4-stroke, Single
Displacement: 89 cc (5.44 cubic inches)
Bore × stroke: 50 mm × 45.6 mm (oversquare – shortstroke)
Cooling system: Air cooled
Power: 8.02 HP (5.9 kW) @ 9500 rpm (cranksh)
Torque: 6.37 Nm (0.65 kg-m) @ 8000 rpm(cranksh)
Throttle: Cable operated
Valves
Valve train: SOHC, non-variable
Fuel and ignition
Sparks per cylinder: 1
Fuel supply system: Carburetor
Compression: 8.2:1
Engine mounting: Transverse
Lubrication system: Wet sump
Gear box: Manual 4-speed
Clutch: Wet, multiple discs, cable operated
Final drive: Chain
Starter: Kick-starter

Adversity Q

Setelah IQ, EQ, SQ, sekarang muncul AQ…
SUATU SAAT KITA AKAN MENINGGALKAN MEREKA JANGAN MAINKAN SEMUA PERAN
By : Elly Risman

(Senior Psikolog dan Konsultan, UI)
Kita tidak pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi yang mana nanti, maka izinkanlah dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri .
Jangan memainkan semua peran,

ya jadi ibu,

ya jadi koki,

ya jadi tukang cuci.
ya jadi ayah,

ya jadi supir,

ya jadi tukang ledeng,
Anda bukan anggota tim SAR!

Anak anda tidak dalam keadaan bahaya.

Tidak ada sinyal S.O.S!

Jangan selalu memaksa untuk membantu dan memperbaiki semuanya.
#Anak mengeluh karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu, “Sini…Ayah bantu!”.
#Tutup botol minum sedikit susah dibuka, “Sini…Mama saja”.
#Tali sepatu sulit diikat, “Sini…Ayah ikatkan”.
#Kecipratan sedikit minyak

“Sudah sini, Mama aja yang masak”.
Kapan anaknya bisa?
Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana,

Apa yang terjadi ketika bencana benar2 datang?
Berikan anak2 kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri.
Kemampuan menangani stress,

Menyelesaikan masalah,

dan mencari solusi,

merupakan keterampilan/skill yang wajib dimiliki.
Dan skill ini harus dilatih untuk bisa terampil,

Skill ini tidak akan muncul begitu saja hanya dengan simsalabim!
Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan.
Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi,

tapi juga lulus melewati ujian badai pernikahan dan kehidupannya kelak.
Tampaknya sepele sekarang…

Secara apalah salahnya kita bantu anak?
Tapi jika anda segera bergegas menyelamatkannya dari segala kesulitan, dia akan menjadi ringkih dan mudah layu.
Sakit sedikit, mengeluh. 

Berantem sedikit, minta cerai.

Masalah sedikit, jadi gila.

,

Jika anda menghabiskan banyak waktu, perhatian, dan uang untuk IQ nya, maka habiskan pula hal yang sama untuk AQ nya.
AQ? 

Apa itu? 

ADVERSITY QUOTIENT
Menurut Paul G. Stoltz,

AQ adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami.
Bukankah kecerdasan ini lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari?
Perasaan mampu melewati ujian itu luar biasa nikmatnya.

Bisa menyelesaikan masalah, mulai dari hal yang sederhana sampai yang sulit, membuat diri semakin percaya bahwa meminta tolong hanya dilakukan ketika kita benar2 tidak sanggup lagi.
So, izinkanlah anak anda melewati kesulitan hidup…
Tidak masalah anak mengalami sedikit luka,

sedikit menangis,

sedikit kecewa,

sedikit telat,

dan sedikit kehujanan.
Tahan lidah, tangan dan hati dari memberikan bantuan. 

Ajari mereka menangani frustrasi.
Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel,

Apa yang terjadi jika anda tidak bernafas lagi esok hari?
Bisa2 anak anda ikut mati.
Sulit memang untuk tidak mengintervensi,

Ketika melihat anak sendiri susah, sakit dan sedih.
Apalagi menjadi orangtua, insting pertama adalah melindungi,

Jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua.
Tapi sadarilah,

hidup tidaklah mudah,

masalah akan selalu ada.

Dan mereka harus bisa bertahan.

Melewati hujan, badai, dan kesulitan,

yang kadang tidak bisa dihindari.
_Selamat berjuang untuk mencetak pribadi yg kokoh dan mandiri….._

Pahlawan Indonesia

Copas menarik

JANGAN LUPAKAN SEJARAH-MARI KITA BANYAK BELAJAR DARI SEJARAH

PARA PEJUANG ITU ADALAH SANTRI……!

(Nukilan patriotik)

Santri pondok pesantren itu ampuh. Di tanah Jawa ini, yang paling ditakuti (penjajah) Belanda adalah santri dan tarekat (thariqah).

Ada seorang santri yang juga penganut thariqah, namanya Abdul Hamid. Ia lahir di Dusun Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Yogyakarta. Mondok pertama kali di Tegalsari, Jetis, Ponorogo kepada KH. Hasan Besari. (KH Hasan Besari adalah peletakdasar pendirian Pesantren Gontor). 

Abdul Hamid ngaji kitab kuning kepada Kyai Taftazani Kertosuro. Ngaji Tafsir Jalalain kepada KH Baidlowi Bagelen yang dikebumikan di Glodegan, Bantul, Jogjakarta. Terakhir Abdul Hamid ngaji ilmu hikmah kepada KH. Nur Muhammad Ngadiwongso, Salaman, Magelang.

Di daerah eks-Karesidenan Kedu (Temanggung, Magelang, Wonosobo, Purworejo, Kebumen), nama KH. Nur Muhammad yang masyhur ada dua, yang satu KH. Nur Muhammad Ngadiwongso, Salaman, Magelang dan satunya lagi KH. Nur Muhammad Alang-alang Ombo, Pituruh, yang banyak menurunkan kyai di Purworejo.

Abdul Hamid sangat berani dalam berperang melawan penjajah Belanda selama 5 tahun, 1825-1830 M.

Abdul Hamid wafat dan dikebumikan di Makassar, dekat Pantai Losari. Abdul Hamid adalah putra Sultan Hamengkubuwono ke-III.

Abdul Hamid patungnya memakai jubah dipasang di Alun-alun kota Magelang. Menjadi nama Kodam dan Universitas di Jawa Tengah. Terkenal dengan nama Pangeran Diponegoro.

Belanda resah menghadapi perang Diponegoro. Dalam kurun 5 tahun itu, uang kas Hindia Belanda habis, bahkan punya banyak hutang luar negeri.

Nama aslinya Abdul Hamid. Nama populernya Diponegoro. 

Adapun nama lengkapnya adalah Kyai Haji (KH) Bendoro Raden Mas Abdul Hamid Ontowiryo Mustahar Herucokro Senopati Ing Alogo Sayyidin Pranotogomo Amirul Mu’minin Khalifatullah Tanah Jawi Pangeran Diponegoro Pahlawan Goa Selarong.

Maka jika Anda pergi ke Magelang dan melihat kamar Diponegoro di eks-Karesidenan Kedu, istilah sekarang di Bakorwil, ada 3 peninggalan Diponegoro: al-Quran, Tasbeh dan Taqrib (kitab Fath al-Qarib).

Kenapa Al-Quran? Diponegoro adalah seorang Muslim. Kenapa tasbih? Diponegoro seorang ahli dzikir, dan bahkan penganut thariqah.

Habib Luthfi bin Ali bin Yahya Pekalongan mengatakan bahwa Diponegoro seorang mursyid Thariqah Qadiriyyah. Selanjutnya yang ketiga, Taqrib matan Abu Syuja’, yaitu kitab kuning yang dipakai di pesantren bermadzhab Syafi’i.

Saya sangat menghormati dan menghargai orang yang berbeda madzhab dan pendapat. Akan tetapi, tolong, sejarah sampaikan apa adanya.

Jangan ditutup-tutupi bahwa Pangeran Diponegoro bermadzhab Syafi’i. Maka 3 tinggalan Pangeran Diponegoro ini tercermin dalam pondok-pondok pesantren.

Dulu ada tokoh pendidikan nasional bernama Douwes Dekker. Siapa itu Douwes Dekker? Danudirja Setiabudi.

Mereka yang belajar sejarah, semuanya kenal. (Leluhur) Douwes Dekker itu seorang Belanda yang dikirim ke Indonesia untuk merusak bangsa kita.

Namun ketika Douwes Dekker berhubungan dengan para kyai dan santri, mindset-nya berubah, yang semula ingin merusak kita justru bergabung dengan pergerakan bangsa kita.

Bahkan kadang-kadang Douwes Dekker, semangat kebangsaannya melebihi bangsa kita sendiri.

Douwes Dekker pernah berkata dalam bukunya:

“Kalau tidak ada kyai dan pondok pesantren, maka patriotisme bangsa Indonesia sudah hancur berantakan.”

Siapa yang berbicara? Douwes Dekker, orang yang belum pernah nyantri di pondok pesantren.

Seumpanya yang berbicara saya, pasti ada yang berkomentar: “Hanya biar pondok pesantren laku.”

Tapi kalau yang berbicara orang “luar”, ini temuan apa adanya, tidak dibuat-buat. Maka, kembalilah ke pesantren.

Ki Hajar Dewantara (Suwardi Suryaningrat) itu adalah santri.

Tidak hanya Diponegoro anak bangsa yang dididik para ulama menjadi tokoh bangsa.

Di antaranya, di Jogjakarta ada seorang kyai bernama Romo Kyai Sulaiman Zainudin di Kalasan Prambanan. 

Punya santri banyak, salah satunya bernama Suwardi Suryaningrat.

Suwardi Suryaningrat ini kemudian oleh pemerintah diangkat menjadi Bapak Pendidikan Nasional yang terkenal dengan nama Ki Hajar Dewantara.

Jadi, Ki Hajar Dewantara itu santri, ngaji, murid seorang kyai. 

Sayangnya, sejarah Ki Hajar mengaji al-Quran tidak pernah diterangkan di sekolah-sekolah, yang diterangkan hanya Ing Ngarso Sun Tulodo,

Ing Madyo Mangun Karso,

Tut Wuri Handayani. 

Itu sudah baik, namun belum komplit. Belum utuh.

Maka nantinya, untuk rekan-rekan guru, mohon diterangkan bahwa Ki Hajar Dewantara selain punya ajaran Tut Wuri Handayani, juga punya ajaran al-Quran al-Karim.

Sayyid Husein al-Mutahhar adalah cucu nabi yang patriotis.

Malah-malah, ketika Indonesia merdeka, ada sayyid warga Kauman Semarang yang mengajak bangsa kita untuk bersyukur.

Sang Sayyid tersebut menyusun lagu Syukur. Dalam pelajaran Sekolah Dasar disebutkan Habib Husein al-Mutahar yang menciptakan lagu Syukur.

Beliau adalah Pakdenya Habib Umar Muthahar SH Semarang. Jadi, yang menciptakan lagu Syukur yang kita semua hafal adalah seorang sayyid, cucu baginda Nabi Saw. Mari kita nyanyikan bersama-sama:

Dari yakinku teguh

Hati ikhlasku penuh

Akan karuniaMu

Tanah air pusaka

Indonesia merdeka

Syukur aku sembahkan

Ke hadiratMu Tuhan

Itu yang menyusun cucu Nabi, Sayyid Husein Muthahar, warga Kauman Semarang. Akhirnya oleh pemerintah waktu itu diangkat menjadi Dirjen Pemuda dan Olahraga.

Terakhir oleh pemerintah dipercaya menjadi Duta Besar di Vatikan, negara yang berpenduduk Katholik.

Di Vatikan, Habib Husein tidak larut dengan kondisi, malah justru membangun masjid. Hebat.

Malah-malah, Habib Husein Muthahar menyusun lagu yang hampir se-Indonesia hafal semua.

Suatu ketika Habib Husein Muthahar sedang duduk, lalu mendengar adzan shalat Dzuhur.

Sampai pada kalimat hayya ‘alasshalâh, terngiang suara adzan. Sampai sehabis shalat berjamaah, masih juga terngiang.
Akhirnya hatinya terdorong untuk membuat lagu yang cengkoknya mirip adzan, ada “S”nya, “A”nya, “H”nya. Kemudian pena berjalan, tertulislah:

17 Agustus tahun 45

Itulah hari kemerdekaan kita

Hari merdeka Nusa dan Bangsa

Hari lahirnya Bangsa Indonesia

Merdeka

Sekali merdeka tetap merdeka

Selama hayat masih di kandung badan

Kita tetap setia, tetap setia

Mempertahankan Indonesia

Kita tetap setia, tetap setia

Membela Negara kita.

Maka peran para kyai dan para sayyid tidak sedikit dalam pembinaan patriotisme bangsa.

Jadi, Anda jangan ragu jika hendak mengirim anak-anaknya ke pondok pesantren.

Malahan, Bung Karno, ketika mau membaca teks proklamasi di Pegangsaan Timur Jakarta, minta didampingi putra kyai.

Tampillah putra seorang kyai, dari kampung Batuampar, Mayakumbung, Sumatera Barat. Siapa beliau?

H. Mohammad Hatta putra seorang kyai. Bung Hatta adalah putra Ustadz Kiai Haji Jamil, Guru Thariqah Naqsyabandiyyah Kholidiyyah.

Sayang, sejarah Bung Hatta adalah putra kyai dan putra penganut thariqah tidak pernah dijelaskan di sekolah, yang diterangkan hanya Bapak Koperasi.

Mulai sekarang, mari kita terangkan sejarah dengan utuh. Jangan sekali-kali memotong sejarah.

Jika Anda memotong sejarah, suatu saat, sejarah Anda akan dipotong oleh  Allah Swt. 

Akhirnya, Bung Hatta menjadi Wakil Presiden pertama.

Pesan Penting Bagi Santri, Belajar dari Mbah Mahrus Aly.

Maka, jangan berkecil hati mengirim putra-putri Anda di pondok-pesantren.

Santri-santri An-Nawawi di tempat saya, saya nasehati begini: 

“Kamu mondok di sini nggak usah berpikir macam-macam, yang penting ngaji dan sekolah. Tak usah berpikir besok jadi apa, yang akan menjadikan Gusti Allah.”

Ketika saya dulu nyantri di Lirboyo, tak berpikir mau jadi apa, yang penting ngaji, nderes (baca al-Quran), menghafalkan nadzaman kitab dan shalat jamaah.

Ternyata saya juga jadi manusia, malahan bisa melenggang ke gedung MPR di Senayan. 

Tidak usah dipikir, yang menjadikan Gusti Allah.

Tugas kita ialah melaksanakan kewajiban dari Allah Swt. Allah mewajibkan kita untuk menuntut ilmu, kita menuntut ilmu.

Jika kewajiban dari Allah sudah dilaksanakan, maka Allah yang akan menata. Jika Allah yang menata sudah pasti sip, begitu saja. Jika yang menata kita, belum tentu sip.

Perlu putra-putri kita dalam menuntut ilmu, berpisah dengan orangtua, untuk nyantri di Pondok Pesantren.

KH. Mahrus Aly Lirboyo pernah dawuh: 

“Nek ngaji kok nempel wongtuo, ora temu-temuo.” 

(Jika mengaji masih bersama dengan orangtua, tidak akan cepat dewasa).

Maka masukkanlah ke pesantren, biar cepat dewasa pikirannya. 

*merdeka,,Allahu Akbar 3x

sumber 

http://www.suarankri.net/2017/01/video-bukti-bahwa-para-pejuang.html?m=1

Trik membuka mesin tanpa treker

Mungkin suatu saat mau buka magnet..mau setel platina tapi ketutup piringan magnet….sementara jalur treker sudah aus…njuk piye? Jadi yang dimaksud disini adalah alat standar yang aman yaitu treker sudah tidak bisa difungsikan lagi…Berfikirlah aman untuk bagian mesin yang mau dibongkar.

Dapat ide dari mbah gugel… Bikin treker buatan terus dilas dengan body yang mau dipasang….

Cara ini dipakai mekanik bemo yang mau melepas tromol roda.

Tapi cara ini khusus untuk bahan yang tidak sensitif kena panas las…jika yg dilepas  magnet…ya tewas tu magnetnya…yang ini blm mungkin pake model ini…

Cara lain?

Masih ada bro…ini pake besi pembuka ban yang panjang 

Cara yang ini harus sangat hati hati…karena besi pencongkel beradu dengan body mesin.

Ulir juga sebaiknya dilumasi WD40 bro…cairan penetrant yang bisa masuk ke pori2 besi…diharapkan bisa mempermudah….katanya sih bisa loosen rusted part…mengendorkan bagian yang berkarat…begitu

Wisata Motor Trail, why not? Ulin Bareng Trail dan Yamaha NMax ke Palintang Bandung

Hal yang menarik bagi saya dari hobby ngejalur motor trail adalah :

  1. Olahraga
  2. Team building
  3. Tambah Persaudaraan
  4. Killing egoism
  5. Belajar mesin
  6. Berpikir Positif /problem solving
  7. Berpikir tentang resiko / be careful
  8. Bersyukur Mencintai alam
  9. Menumbuhkan rasa cinta negeri
  10. Tidak mudah menyerah
  11. Berani karena benar (opo iki?)
  1. Olahraga

Olahraga, olahraga apanya? naik motor kok olahraga. Ya ini wajar ditanyakan. Karena dulu saya juga berpikir demikian. But, setelah saya alami sendiri, well..banyak sisi olahraga dari hobby ini. karena ketika kita berada di jalur yang berlumpur, basah begitu. Tanah menjadi licin di ban motor anda. anda akan segera menggunakan kaki dan tangan anda untuk membantu motor bergerak. Apalagi jika anda masuk ke lumpur yang sedalam dengkul dewasa. anda harus mengangkat motor seberat 100kg!

hulk-papua_20170221_162646

Kebayang badan anda akan bekerja mulai dari tangan menarik , kaki memijak, boyok / cangkeng menahan…hampir semua otot anda berupaya dengan kerasnya…sampai sampai mulut anda pun manyun saking beratnya dan mungkin belum pernah sebelumnya menarik beban hidup seberat itu?…kalo anda suka angkat berat, dijamin levelnya sama bro beratnya. Well, di gunung, mendorong motor bukan hal yang tabu, memang traksi di jalan lumpur gak ada apa apanya, so…gak ada salahnya motor yang sudah berjasa membawa anda setinggi dan sejauh mata memandang itu anda kasih sedikit kebaikan dengan mendorongnya dengan penuh kemesraan…(halah opo iki)

2. Team Building, Persaudaraan, Killing Egoisme

Kill your egoisme..

Berpikir bahwa hobby ngetrail itu bisa jadi mempengaruhi kehidupan orang lain. Misal…jalan setapak yang dibuat warga pegunungan menjadi rusak oleh ganasnya putaran roda tahu kita….so…respect the villagers! Berikan timbal balik positip untuk mereka…walaupun hanya dengan doa dan keramahtamahan… Apalagi jika anda dari dinas perawatan jalan …mungkin anda bisa sedikit baik hati membawa backhoe dan stoomwalls untuk memperbaiki jalan warga…hehe

Yap…saya katakan naik motor ke gunung sebaiknya jangan sendirian. Kurang pembelajaran. Dengan naik gunung naik motor trael jadul bersama teman seperjuangan…paling tidak beban hidup anda yang sudah berat itu akan segera dipikul bersama teman teman anda yang malang tersebut….(walahhh). Haha….gak gitu lah ya…gini…dengan bersama teman maka ketika jalur tidak memungkinkan dilewati , maka ada teman yang membantu anda, dan anda membantu dia dengan motornya melewati jalur tersebut. Saya pikir minimal 3 oranglah kalo mau adventure ke gunung naik motor mah.

Egoisme  dan kesombongan (loh kan aku pake trael KTM ..so bisa terbang nih motor) akan terkikis sekitar minimal 10 persen lah…karena paling tidak anda akan terpaksa minta bantuan kepada teman-teman yang baik tersebut. Karena kalo anda tidak punya jiwa persaudaraan dan egois , dengan senang hati anda akan ditinggal sendirian supaya anda bisa menangisi hidup yang penuh luka dan derita cinta di gelapnya hutan yang sepi dan banyak bagongnya.

What about tim building? dengan teman-teman tersebut anda akan belajar banyak tentang tim building. Adapun tim building itu dimulai dari keinginan mencapai tujuan bersama , yaitu makan bersama di puncak gunung Palintang yang indah. Pertama, karena anda sendiri tidak bawa makanan, jadi bisa sedikit berharap ditawarin makan sama teman anda yang punya persiapan sedikit lebih baik pada pagi harinya… (omaygod!!Hahhhh)…dan tentunya anda perlu bekerja sama supaya bisa sampai tujuan secara bersama-sama …utuh…pula. Jangan terlalu egois …misalnya teman anda yang kebetulan punya uang lebih minggu kemaren berhasil merebut pujaan hati anda…kemudian anda persiapkan jebakan agar beliau tersesat di hutan selamanya…(gak baik to yooo)

6. Belajar Permesinan

Ngetrail adalah sebuah event kekerasan terhadap motor, dan anda harus membayar sepadan untuk itu….bisa jadi motor yang anda sayangi itu tewas, karena perihnya penyiksaan yang menyerang jantung pistonnya.

Tentunya anda tidak bisa belajar mekanisme cara kerja mesin juki disini, yang saya maksud adalah… kondisi di gunung itu memaksa anda untuk belajar lebih dalam tentang motor anda. Adakala komponen elektrikal seperti koil, CDI , kiprok, terendam air dan mendadak mesin mbrebet mbrebet ra karuan, atau karburator keblebek air. Tiba tiba teman anda memberikan tips and trik untuk mengobati motor anda

…oh ini anunya kena itu jadi begini..begituuu….kata teman anda tersebut.

Yap…akuilah kecerdasan teman anda tersebut karena beliau lebih sering naik turun gunung sebelumnya karena beliau juga anggota klub trael ternama.

Well apa yang saya sampaikan ini..basic sekali teman2…. sungguh sangat tersiksa jika motor tiba2 ngadat dan anda semakin terlihat sperti orang idiot gak tahu apa yang terjadi dengan menderitanya kehidupan anda yang begitu kompleks dan menyayat hati.

so…belajarlah mesin ….dengan pengalaman akan lebih menggigit…karena kalo motor tidak bisa jalan…resikonya anda harus bermalam bersama kuda besi anda di malam yang dingin yang untungnya sedikit mendapat kehangatan menggoda oleh knalpot.

7. Berpikir positif

Teman…ketika berada di atas gunung,..usahakan pikiran kita selalu dalam kondisi positif…misalnya…

kita akan baik-baik saja, 

teman-teman akan bersikap baik dengan kita karena kita dengan tulus ikhlas membantu kawan kita , 

perjalanan ini akan menjadi perjalanan terindah seumur hidup…wouuww

Bagaimana jika kita berfikir negative…contohnya… 

wah aku gak bakalan bisa melewati lumpur yang begitu dalam dan mencekam ini….haaaa…panikkk

jangan-jangan ada bagong di depan kita…hiiii

pocong….

hantuuu….

oh my god!!!!

saya pikir anda akan segera masuk rumah sakit jiwa sebelum saatnya… clear yaa

8. Berfikir Resiko

Teman temanku yang baik……berfikir itu tidak cuma berfikir yang baik-baik, yang lancar lancar saja…tetapiii

jika kita ingin perjalanan kita lancar…kita juga perlu berpfikir hal-hal apa saja yang mungkin membuat kita tidak sampai tujuan dengan selamat dan menggembirakan.

Ini yang harus dipersiapkan untuk hal-hal yang beresiko merusak trip anda..

a. Perlu loh bawa bedok, golok , atau pisau semacamnya…kenapa? sangat mungkin kita perlu memotong ranting-ranting pohon, daun-daunan, untuk menambal jalan yang terlalu dalam dilewati ban motor kita. golok bisa juga untuk membuat jalur di Tanah.

b. Kemudian resiko anda kelaparan diatas gunung, karena tidak ada warung lagi bro kalo sudah di puncak, dan biasanya kendala dalam perjalanan ada di atas sana….so dari sini kita siapin nasi satu bakul kita masukan ke tas adventure kita..clear

c. Mungkin kaki anda yg seksi bisa kena nyoss knalpot! Ini solusinya

d. Bisa jadi teman anda akan berat ketika menarik tril anda…pasang dong lift strap yang keren ini ..

9. Menumbuhkan Kecintaan pada alam Nusantara
Menghirup segarnya udara pegunungan…

dikelilingi pohon pinus dan aneka pepohonan yang aku tak tahu namanya….

tetes embun menyelinap jatuh di kulit tanganku…

kemudian menjadi uap karena panas tubuhku yang lelah ngadodorong motor…kurebahkan punggungku di atas layu daun-daunan….nikmatnya melebihi Kasur Guhdo 10 jutaan teman!

.. jam menunjukkan pukul 3 sore …sungguh indah berada diatas gunung, dalam kondisi penuh persaudaraan, makan nasi berlauk kerupuk dan perut lapar karena belum diisi sejak pagi jam 8 tadi…widihhh…tankyu broder!! yu alwaes in mai hart!!

Saat itu yang terpikir adalah kita sama -sama manusia yang lemah dihadapan alam yang perkasa ciptaan sang Maha Kuasa

Begitulah saudaraku…sebuah liputan yang kurang jelas apa maksudnya…tentang perjalanan Ulin Bareng ngetrail ka desa Palintang, kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung..bersama  tim Mata Dewa dan komunitas Yamaha NMAX Bandung yang terjadi pada hari Sabtu akhir bulan April 2017. Event yang  fuulll positip..keep up good play like this bro!!

everibodi hepi

A song for you brader..

Old Suzuki A100 Die Hard

Belum terlalu tua utk sebuah kategori vintej. Tapi kenyataan bahwa dia masih memberikan servis di usia yg lebih tua dari pemiliknya adalah sebuah pencapaian yg luar biasa untuk kendaraan yg jadi pesaing berat market Honda CB 100 pada era 1970 an. 

Yes…this is my daily runner. Saat panas…saat hujan deras…she just want to run…mungkin sedikit tersedak…tapi tidak mau mati.

suatu ketika..

Tak sadar busi sudah sangat longgar, baru tahu setelah saya sedikit memperhatikan bagian cop busi agak menonjol ke depan hampir mencium spakbor. Aneh…so saya coba balikkan ke tempatnya…ternyata busi itu kendor..

my poor oldy! You never complain…just keep running…

sayup terdengar…syair cangcuter…

kata orang kau buaya..

bagiku luna maya…hey!

Cerita SOP Desain Motor Insinyur Jepang

Sebuah cerita bgm sebuah motor yg lahir dari keadaan sosial budaya bangsa di Asia Tenggara, wabil khusus di Indonesia.

Pemandangan Mengejutkan Sepeda Motor di Negara Berkembang
Ekspor sepeda motor untuk negara-negara berkembang meningkat secara dramatis selama tahun 1970, yang konsisten dengan pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara. Konsumen di wilayah ini  ingin sepeda motor yg praktis yang bisa menangani beberapa penumpang dan overloading.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan pertumbuhan wilayah ini, Honda diekspor model CS90 dengan empat siklus OHC pada bulan Januari tahun 1968, dan kemudian CB100 pada bulan September 1969. Sebaliknya, perusahaan pesaing yang mengekspor dua-stroke, model 100-cc. Karena kurangnya perawatan yang tepat – suatu kondisi yang unik ke bagian dunia – Honda adalah kehilangan tanah untuk produsen lain. Menanggapi, Honda mengembangkan model menampilkan mesin OHV baru, mengekspor sebagai S110 Maret 1973. Masalah sebenarnya, bagaimanapun, tidak begitu mudah dipecahkan.
Pada bulan Mei 1974, untuk melakukan penelitian menyeluruh di pasar yang sebenarnya dalam kondisi dunia nyata, Takeshi Inagaki, yang bertanggung jawab untuk menciptakan sepeda motor untuk negara-negara berkembang, dan Einosuke Miyachi, orang yang bertanggung jawab dari desain, meninggalkan Jepang dari Bandara Internasional Haneda . Mereka menghabiskan waktu sebulan menonton pengguna sepeda motor di kota-kota besar di seluruh Thailand, Malaysia, Indonesia, Filipina, Iran, dan Pakistan. Apa yang mereka lihat, meskipun, melampaui apa pun yang mereka bisa bayangkan.
“Itu biasa untuk melihat seorang anak pada tangki dan istri di belakang, dengan dua hingga empat orang naik bersama-sama,” Inagaki kenang. “Dan beberapa orang dimuat sayuran, ayam, dan babi ke sepeda motor mereka. Saya bahkan melihat sepeda motor penarik gerobak dimuat.”
Situasi agen, juga, benar-benar berbeda dari yang ditemukan di Jepang. Pada saat itu, tanggung jawab utama dealer adalah untuk membongkar dan sepeda motor perbaikan yang tidak dalam kondisi kerja. Pelanggan biasanya membawa sepeda motor mereka hanya ketika mereka telah berhenti berjalan. Oleh karena itu, konsep pemeliharaan rutin benar-benar asing untuk dealer dan pelanggan.
“Mereka terus menggunakan minyak bahkan setelah itu telah berubah menjadi goo,” Inagaki mengatakan, “dan elemen filter kertas pembersih udara akan menjadi padat sebagai dinding kotoran dari semua debu. Rantai berkendara akan mengulurkan ke maksimum panjang disesuaikan, dan yang dipakai dan robek dari memukul kasus rantai. contoh dari penyalahgunaan tersebut terus berlanjut. satu demi satu, kami melihat kacamata kami bahkan tidak pernah membayangkan mungkin dari home base kami di Jepang. ”
Hal demikian jelas bahwa karena struktur kompleks mereka empat siklus, sepeda motor OHC tidak bisa melakukan potensi sejati mereka di negara-negara berkembang, di mana orang mengalami sepeda motor mereka dalam kondisi paling keras dan dealer tidak dapat memberikan layanan yang cukup.
Mengejutkan Sepeda Motor di Negara Berkembang
Ekspor sepeda motor untuk negara-negara berkembang meningkat secara dramatis selama tahun 1970, yang konsisten dengan pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara. Konsumen di wilayah yang ingin sepeda motor praktis yang bisa menangani beberapa penumpang dan overloading.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan pertumbuhan wilayah ini, Honda diekspor model CS90 dengan empat siklus OHC pada bulan Januari tahun 1968, dan kemudian CB100 pada bulan September 1969. Sebaliknya, perusahaan pesaing yang mengekspor dua-stroke, model 100-cc. Karena kurangnya perawatan yang tepat – suatu kondisi yang unik ke bagian dunia – Honda adalah kehilangan tanah untuk produsen lain. Menanggapi, Honda mengembangkan model menampilkan mesin OHV baru, mengekspor sebagai S110 Maret 1973. Masalah sebenarnya, bagaimanapun, tidak begitu mudah dipecahkan.
Pada bulan Mei 1974, untuk melakukan penelitian menyeluruh di pasar yang sebenarnya dalam kondisi dunia nyata, Takeshi Inagaki, yang bertanggung jawab untuk menciptakan sepeda motor untuk negara-negara berkembang, dan Einosuke Miyachi, orang yang bertanggung jawab dari desain, meninggalkan Jepang dari Bandara Internasional Haneda . Mereka menghabiskan waktu sebulan menonton pengguna sepeda motor di kota-kota besar di seluruh Thailand, Malaysia, Indonesia, Filipina, Iran, dan Pakistan. Apa yang mereka lihat, meskipun, melampaui apa pun yang mereka bisa bayangkan.
“Itu biasa untuk melihat seorang anak pada tangki dan istri di belakang, dengan dua hingga empat orang naik bersama-sama,” Inagaki kenang. “Dan beberapa orang dimuat sayuran, ayam, dan babi ke sepeda motor mereka. Saya bahkan melihat sepeda motor penarik gerobak dimuat.”
Situasi agen, juga, benar-benar berbeda dari yang ditemukan di Jepang. Pada saat itu, tanggung jawab utama dealer adalah untuk membongkar dan sepeda motor perbaikan yang tidak dalam kondisi kerja. Pelanggan biasanya membawa sepeda motor mereka hanya ketika mereka telah berhenti berjalan. Oleh karena itu, konsep pemeliharaan rutin benar-benar asing untuk dealer dan pelanggan.
“Mereka terus menggunakan minyak bahkan setelah itu telah berubah menjadi goo,” Inagaki mengatakan, “dan elemen filter kertas pembersih udara akan menjadi padat sebagai dinding kotoran dari semua debu. Rantai berkendara akan mengulurkan ke maksimum panjang disesuaikan, dan yang dipakai dan robek dari memukul kasus rantai. contoh dari penyalahgunaan tersebut terus berlanjut. satu demi satu, kami melihat kacamata kami bahkan tidak pernah membayangkan mungkin dari home base kami di Jepang. ”
Hal demikian jelas bahwa karena struktur kompleks mereka empat siklus, sepeda motor OHC tidak bisa melakukan potensi sejati mereka di negara-negara berkembang, di mana orang mengalami sepeda motor mereka dalam kondisi paling keras dan dealer tidak dapat memberikan layanan yang cukup.