Kemampuan kompetisi Sepakbola Timnas U15 U19 U23 Senior Indonesia hari ini

Urun mikir….

Juara sudah didepan mata kawan…saya melihatnya…

Khusus untuk u15 …ketika melawan tim yang berbadan besar seperti Aussie seperti hilang keberanian….belum berani fight ….saya teringat kata jendral Douglas Mac Arthur…kualitas anjing tempur itu tidak dinilai dari besar badannya….tapi dari keberanian melawan dan kemampuan memanfaatkan kelebihan diri serta eksploitasi kelemahan lawan…. Bola itu perang kawan….musuh akan takut atau minimal rusak fokus permainannya menghadapi lawan yang mengganggu….teruskan gangguan itu dengan cara yang legal….tackle…dorong….tempel…apapun selama tidak dikartu

Melihat cara main persepakbolaan timnas saat ini saya cukup yakin belum mampu untuk menjadi nomor satu di Asia Tenggara. Kenapa?

Secara tim permainan belum berjalan baik. Sebabnya adalah timnas tidak terbiasa bermain kolektif. Masih fokus skill individu. Biasakanlah bermain one to one…terlihat sekali passing pemain timnas 50% meleset dan mudah di intersep lawan. Ini memalukan dan sangat kasat mata untuk sebuah tim yang membidik juara Asia. Wahai talenta muda perhatikanlah skill bermain tim yang satu ini….kerjasamalah minimal dengan 1 pemain lain. Jika kerjasama dengan 1 pemain lain sudah baik…dikembangkan jadi tiki taka antar 3 pemain. Dan passing harus 90% akurat tidak boleh miss …itulah yang penulis perhatikan dari tim lawan Espanyol B. Jika pr ini bisa diselesaikan. Mudah bagi timnas mengalahkan Thailand dan Vietnam. Secara tim penulis menilai kerjasama dua tim besar asteng tsb sudah 80 persen baik. Timnas baru 60 persen.

Sisi positif tentu adalah skill individu Timnas yg sudah setara atau lebih baik dibanding tim lain. Bahkan ketika di turnamen Toulon cuma kalah 0~1 dari U20 Brasil….artinya….skill sudah baik.

Sisi lain tentu adalah stamina. Jika permainan tim sudah di kuasai….stamina lebih awet…karena main individu tentu terkuras tenaga sendiri.

Saya sarankan…untuk seleksi timnas dipilih yang akurasi passing 90 persen….

Yang kedua….biasakan timnas bermain berpasangan dengan anggota tim yang terdekat misal striker dengan midfielder. Back dengan kiper dan midfielder….konsep saya…dua pemain timnas berpadu jadi satu. Saya lihat empati anggota tim saat ini masih sering berjuang sendiri tanpa dibantu ketika tim lawan pressing…sehingga sangat mudah terebut bolanya….

Tanpa ini semua….yakin prestasi akan tetap dibawah Thailand dkk

Hal seperti yang saya katakan ini pernah terjadi di jaman Evan Dimas juara Asia mengalahkan Tim Piala Dunia Korea Selatan….3~2 saat itu….

Jika kolektif permainan bisa dibereskan….jangka waktu dekat juara mudah diraih..

Jayalah timnasku… Garuda Asia bukan impian!

Sebuah lagu spesial untuk timnasku…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s