Classic Thought: Happy Without Drugs

Setiap orang berhak dan ingin hidup bahagia. Tapi dengan keadaan lingkungan , tuntutan dari segala penjuru baik tuntutan keluarga, istri anak, masyarakat, pekerjaan dan lainnya….pendeknya kita menjadi stress. Tiap hari, hidup kita tidak pernah sepi dari tuntutan dan tanggung jawab yang selalu mengejar-ngejar di belakang kita…harus bayar cicilan motor, nunggak asuransi, cicilan rumah lewat dua bulan, bos marah-marah terus karena menurutnya kita kurang produktif, istri di rumah sering marah-marah juga, anak-anak susah diatur, …dan beribu masalah mengepung kita. Dimanakah kebahagian itu?

Menurut Edward Debono, diri kita terdiri dari dua bagian, sebut saja wilayah diri (self Space) dan satu lagi wilayah kehidupan (Life space).

Wilayah diri (Self Space) adalah segala hal yang dapat kita lakukan, kita capai dengan rasa mudah, perasaan enjoy, tidak perlu usaha keras…wilayah ini didapat karena kita sudah biasa melakukan sehingga kita menjadi ahli dalam bidang tersebut.

Sedang Wilayah Kehidupan (Life Space) adalah wilayah dimana tuntutan hidup itu berada, baik tuntutan kita sendiri yakni ambisi/keinginan pribadi, tuntutan kerja, tuntutan lingkungan dimana kita hidup.

Kita akan bahagia manakala wilayah diri mendekati sama dengan wilayah kehidupan kita. Artinya kita bisa memenuhi tuntutan  hidup kita dengan rasa mudah, rasa enjoy.

Akibatnya, kalau tuntutan hidup kita jauh diatas kemampuan kita menyelesaikannya dengan mudah, maka kita akan tersiksa , menjadi stress.

Apa yang bisa kita lakukan?

Jika mau bahagia, anda bisa memperbesar wilayah kemampuan diri (self Space) dengan berbagai ketrampilan hidup, sehingga wilayah diri anda makin lama akan matching dengan tuntutan hidup anda sendiri.

Atau jalan kedua, perkecil tuntutan hidup anda sehingga matching dengan kemampuan diri anda sendiri. Kata orang jangan besar pasak dari tiang adalah benar.

Bukanlah orang berbahagia jika dia menggantungkan rasa bahagianya pada hal-hal diluar dirinya. Misalnya, orang baru merasa bahagia kalau dia sukses melaksanakan proyek tertentu, atau merasa bahagia setelah mendapat ijazah tertentu, atau merasa bahagia kalau orang lain juga bahagia…misalnya saya baru bisa bahagia kalau istri saya, suami , atau atasan saya senang dengan perilaku saya….

Kepulan asap motor bukanlah motor itu sendiri….

Angin yang berhembus oleh kepakan kipas bukanlah kipas itu sendiri…

Kata-kata yang keluar dari mulut anda bukanlah anda sendiri….

Itu semua hanyalah produk diri anda sendiri…tetapi bukan anda…

Bahkan kesuksesan anda bukanlah anda sendiri…..

Begitu juga kegagalan anda…juga bukan diri anda sendiri….

Tidak seperti itu.

Bahagia itu terserah pada diri anda sendiri sepenuhnya!

Bahagia itu merasa puas dengan apa yang ada pada diri anda sekarang ini, dengan segala kelemahan dan kekurangannya. Anda mencintai dan menyukai apa yang anda lakukan …menyukai dan mengapresiasi keindahan yang ada di depan mata kita…

Kita tidak pernah merasa bahagia jika kita tidak belajar menyukai diri kita sendiri…

Dengan berpijak pada hal ini, barulah kita bisa mengembangkan diri kita menjadi lebih besar lagi,  sesuai dengan tuntutan-tuntutan baik yang kita buat sendiri ataupun yang dibuat oleh lingkungan luar kita.

Great days!!!! Be happy with yourself always!!!

KEEP CLASSIC LIFESTYLE!!! This is one song for brightening up our days….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s